Keep Istiqomah My Friend!!!

Posted: Minggu, 08 Februari 2009 by Bang Yudy in
2

Seorang ikhwah duduk termangu di depan selasar sebuah masjid, matanya menatap ke arah jalan masuk masjid itu, sesekali pandangannya ia jatuhkan ke hp yang digenggamnya sejak pertama kali ia datang. "Belum ada yang datang," risaunya.
Entah sudah berapa kali ia mencoba menghubungi ikhwah lainnya, namun tak ada jawab yang pasti. Ia berusaha memastikan bahwa pesan pendek yang dikirimnya semalam sudah tersampaikan. Isinya adalah pemberitahuan tentang agenda mentoring jurnalistik dan rapat evaluasi hari ini.
"Maaf nomer yang sedang anda hubungi sedang tidak aktif," berkali-kali ia coba tetap sama. Kegundahan tertangkap dari kedua matanya. Ia mencoba berhusnudzhon kepada teman-temannya yang lain. Setiap kali pikiran buruk merasuk ke dalam hatinya, ia mencoba beristighfar.
Sudah setengah jam lebih ia duduk mematung di depan masjid itu, namun tak ada tanda-tanda kabar dari ikhwah lainnya. Pikirannya berkecamuk, ia justru mempertanyakan tentang arti istiqomah, pentingnya sebuah proses pembinaan dan kaderisasi, dan tujuan dari mentoring jurnalistik itu diadakan.
Sempat terlintas di benaknya sebuah kata putus asa, tapi bisikan lain di hatinya justru mengatakan untuk mengevaluasi dirinya, tentang amalan yaumiah yang memang agak kendur belakangan ini, dan perbuatan khilaf yang mungkin ia lakukan belakangan ini. "Ya ini mungkin sebab diri ane sendiri,"batinnya.
Jam menunjukkan angka 9, saatnya menyambut kedatangan peserta mentoring. Satu orang peserta sudah datang, itu artinya ia harus mempersiapkan diri untuk mengisi mentoring seorang diri jika pementor yang lainnya tidak datang.
Tak lama berselang, seorang ikhwah datang. "Alhamdulillah," ia patut mengucapkan syukur kepada Allah. Ia sambut ikhwah itu dengan senyum kegembiraan, senyuman yang ia rasakan berbeda dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.
Setelah berdiskusi, berdua mereka memulai proses mentoring, walaupun peserta baru hanya satu orang. Tak lama berselang, satu, dua, dan semakin banyak peserta mentoring yang datang sabtu itu. Mentoring pun semakin seru berjalan, diselingi games yang menghiasi canda dan tawa.
Aku yang sedari tadi melihat semua itu ikut tersenyum bahagia melihatnya, "harapan itu masih ada,"ucapku dalam hati, "tak masalah dengan jumlah sedikit, selama proses itu masih berlangsung." Ku goyangkan dahanku, tanda bertasbih dan mendoakan majlis yang sedang berlangsung itu.

2 komentar:

  1. aaaa.. kakak.. aku ga bisa berkata-kata..
    kakak,,maaf atas kelakuan kami yang kurang menghargai kakak (atau bahkan tidak menghargai).. aku akan berusaha berubah, jadi lebih baik, jadi seperti apa yang kakak harapkan..
    seperti kata kakak "SEMANGAT"
    seperti kata hati ku setiap merasa apa yang ku lakukan sia-sia, "SEMUA ADA BALASANNYA, ALLAH MAHA ADIL"

    hanan^^

  1. Bang Yudy says:

    haha, SEMANGAT, SEMANGAT, SEMANGAT!!!, Adikku yang satu ini pembelajar sejati, Good Girl, Tetep SEMANGAT ya Hanan!!!